single-team-img-1

Sulistyowati Irianto

Nama Sulistyowati Irianto
Nama Panggilan Sulistyowati Irianto
Negara Indonesia
Kategori Pluralisme, Gender & Seksualitas, Hukum dan Hak Asasi Manusia

Sulistyowati Irianto, lahir di Jakarta tanggal 1 Desember 1960, adalah akademisi dalam bidang ilmu antropologi hukum, gender dan hukum, serta socio-legal studies. Ia lulus Sarjana Ilmu Sosial dan Politik, juruan Administrasi Negara, Universitas Gadjah Mada (1979-1985); Magister dalam bidang antropologi hukum di Universitas Leiden, Negeri Belanda, dan Universitas Indonesia (1985-1990); dan Doktor dalam bidang antropologi (hukum) di Universitas Indonesia (1995-2000), mendapatkan jabatan sebagai Guru Besar Antropologi Hukum di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia tahun 2008. Ia berkesempatan menjadi visiting researcher/professor dalam CORE University Program by JSPS and NRCT, Kyoto University for the program on Changing Families in Asia (2007-2009); Researcher & visiting professor in the field of family law at Van Vollenhoven Institute, Leiden Law School (Post Doctoral Program, 2010-2013); Researcher & visiting professor for the Program on Social Justice & Global Migration at the International Social Studies, the Hague, supported by International Development Research Centre (IDRC), Canada (2012) Dalam kesehariannya ia mengajar sebagai dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sejak tahun 1986 sampai sekarang, dan menjadi dosen tidak tetap di Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Kajian Gender, Program Studi Ilmu Kepolisian, semuanya di Universitas Indonesia; serta Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian sejak tahun 1992 sampai sekarang. Bersama Prof Tapi Omas Ihromi, ia mendirikan mata kuliah Gender dan Hukum, dan Antropologi Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sejak tahun 1992. Ia juga aktif membantu gerakan masyarakat sipil untuk isu perempuan dan hukum, dan anti korupsi. Keterlibatannya dalam asosiasi profesi adalah dengan menjadi anggota dari the International Commission on Legal Pluralism sejak tahun 1993 sampai sekarang, dan menjadi anggota board (2004-2014); co-founder dan anggota dari the Asian Initiative on Legal Pluralism sejak 2004 sampai sekarang dan menjadi sekretaris (2004-2006); wakil sekretaris umum Asosiasi Profesor Indonesia (2013-2019); co-founder dan anggota dari the Convention Watch Working Group, Universitas Indonesia (1994-2008); Ketua Program Pascasarjana Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (2009-2012); Ketua Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia (2000-2010); Ketua Dewan Pembina Research Intitute on Earth Innovation (INOBU) sejak 2018. Publikasi yang dihasilkan lebih dari 20 buku (sebagai penulis tunggal maupun editor), banyak book chapters, dan paper konferensi yang sebagiannya menjadi artikel jurnal. Riset yang dikerjakannya didanai oleh lembaga internasional dan nasional, meliputi isu akses keadilan perempuan dan masyarakat adat. Terkait isu perempuan khususnya adalah dalam bidang hukum keluarga (terutama waris dari perspektif pluralism hukum), migrasi dan perempuan buruh migran, kekerasan terhadap perempuan dan trafiking, serta pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan dari perspektif perempuan. Dalam hal metodologi riset ia mengembangkan metode etnografi hukum, dan studi ruang sidang dengan perspektif gender. Penghargaan yang oernah diterimanya diantaranya adalah Cendekiawan Berdedikasi dari Kompas (2014); Soetandyo Wignjosoebroto Award dari Universitas Airlangga (2015); dan Humanity Award dari International Forum for Peace and Human Rights, dari Sandya Institute bekerjasama dengan Erasmus Huis, the Netherlands Embassy (2019).


• Latar Belakang Pendidikan

-

• Pekerjaan/jabatan

-

• Keahlian

Hukum