People

Sakdiyah Ma’ruf

Sakdiyah Ma'ruf

Sakdiyah Ma’ruf atau biasa dipanggil Diyah lahir di Pekalongan, 11 Februari 1982. Ia menamatkan pendidikan S1 Sastra, Jurusan Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya, UNS, Surakarta pada tahun 2006. Ia kemudian berhasil meraih gelar Master of Art, Jurusan American Studies dari Fakultas Ilmu Budaya, UGM, Yogyakarta pada ahun 2015.

Sakdiyah saat ini bekerja di tiga profesi, salah satunya adalah sebagai standup comic (komika). Ia adalah standup comic perempuan Muslim pertama di Indonesia. Sakdiyah aktif tampil dalam berbagai acara televisi terutama di Kompas TV pada tahun 2011 – 2013. Pada tahun 2014 hingga sekarang, ia lebih aktif tampil pada kegiatan off-air dalam berbagai forum untuk perdamaian, pemberdayaan, kesetaraan, dan kemerdekaan seperti Perempuan BerHAK untuk memperingati Hari Perempuan Internasional tahun 2014. Ia juga tampil di Youth in Action yang diselenggarakan oleh Pamflet, Konferensi Asia’s Women Empowerment pada tahun 2015, dan forum Internasional Oslo Freedom Forum di Oslo, Norwegia dimana ia berbicara sebagai Penerima Penghargaan Vaclav Havel International Prize for Creative Dissent 2015. Sebagai standup comic Sakdiyah juga dipercaya sebagai Indonesian Ambassador untuk Moral Courage Project, New York University pada tahun 2014. Penampilan Sakdiyah berikutnya adalah pada forum TEDxUbud, Mei 2016. Ia pernah menulis untuk Huffington Post dan kisah Sakdiyah pernah dimuat di The Daily Beast, BBC Indonesia, FEMINA, CITA CINTA, Jakarta Post, dan JPlus Sunday. Tahun 2016 ini Sakdiyah menerima penghargaan sebagai nominator (short list) Index on Censorship Awards 2016.

Selain sebagai standup comic, Sakdiyah aktif bekerja sebagai Interpreter dan Translator pada berbagai events dengan fokus pada isu HAM, Hak Perempuan, Hak Anak, dan Hak Penyandang Disabilitas, Hak Seksual dan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi, serta Perdamaian dan Dialog Agama. Ia adalah mitra rutin UNFPA, KontraS, Save the Children, Disability Rights Fund, Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), UGM, Yogyakarta.

Saat ini Sakdiyah juga bekerja paruh sebagai Program Assistant untuk program penelitian 9 Negara tentang Agama, Kebijakan Publik, dan Transformasi sosial di Asia Tenggara yang dikelola oleh Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), sebuah konsorsium 3 universitas di Yogyakarta; UGM, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana. Program penelitian ini bermitra dengan berbagai universitas di Asia Tenggara plus Boston University, Amerika Serikat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengumpulkan pengetahuan dan kepakaran bidang Agama dan Kebijakan Publik serta memberikan rekomendasi kebijakan di masing-masing Negara peserta khususnya terkait isu agama dan kebijakan. Penelitian ini berlangsung selama 3 tahun dan mengusung tema tahunan secara beturut-turut; Managing Religious Diversity, Religion, Gender, and Identity, Religion in Public Sphere.

Minat pribadi Sakdiyah adalah isu Perempuan, Seni Pertunjukan khususnya Pertunjukan Komedi, Perempuan dari Kelompok Minoritas, Agama (khususnya kajian pemikiran Islam), Islamophobia, Dialog dan Perdamaian, HAM, serta Budaya Pop.

Gelar akademik yang Sakdiyah sandang, baik Sarjana maupun Master, ia raih melalui penelitian tentang Karya Sastra Pop tentang Perempuan dan Sejarah Perempuan di Amerika untuk gelar sarjana serta penelitian tentang Comedy Jihad, yaitu pesan dan peran karya Standup Comedy kelompok minoritas Muslim dan Timur Tengah Amerika paska 9/11. Dari karya akademis ini ia mengembangkan keahlian di isu perempuan, minoritas, budaya pop, juga teori-teori seni pertunjukan komedi, dan pemikiran sosiologis terkait stigma dan hubungan mayoritas-minoritas.

Aktivitas Sakdiyah semenjak menjadi aktivis mahasiswa di salah satu organisasi mahasiswa Islam, hingga saat ini setelah berkarir professional sebagai standup comic dan bergelut di penelitian tentang agama, membawa saya memiliki pengetahuan di bidang Islam, pluralisme, toleransi, dan feminism Islam. Pengalaman ia sebagai aktivis, guru, fasilitator, dan standup comic membangun kecakapan Sakdiyah di bidang public speaking, performance, dan lebih jauh lagi metode-metode alternatif pembelajaran dan pengungkapan suara dan aspirasi. Sakdiyah berpengalaman menjadi guru dan fasilitator untuk pembelajaran Bahasa Inggris bagi kelompok tukang becak dan kelompok masyarakat bantaran kali.

Sebagai fasilitator, Sakdiyah juga berpengalaman mengorganisir kelompok anak Sekolah Dasar untuk mengembangkan layanan kesehatan ramah anak di Sekolah Dasar berbasis UKS. Salah satu kecakapan dan keahlian Sakdiyah yang paling menonjol tentunya adalah Interpreting, simultaneous interpreting untuk berbagai konferensi, namun selain itu juga Community Interpreting yang mengharuskan gabungan antara kecakapan Bahasa yang mendekati sempurna serta teknik fasilitasi dan komunikasi yang baik. Kecakapan ini ia kembangkan saat bekerja dalam komunitas anak penyintas, perempuan, masyarakat bantaran kali, dan utamanya petani.

Pada dasarnya Sakdiyah adalah seorang profesional di bidang yang ia geluti yang berjuang dalam hidup untuk kemerdekaan, kemanusiaan, kesetaraan, harkat dan martabat perempuan dan kemanusiaan pada umumnya yang membawa saya belajar dan mengembangkan keahlian tentang perempuan, minoritas, kekerasan, penindasan atas nama agama, kesenian, dan berbagai kecakapan praktis lainnya yang Sakdiyah miliki saat ini.

Untuk mengetahui kontak Sakdiyah Ma’ruf, silakan hubungi admin Women Unlimited terlebih dahulu di: Contact Us

Leave a Comment