Power

Ni Made Martini Puteri

Ni Made Tinduk

Ni Made Martini Puteri atau biasa dipanggil Tinduk lahir di Jakarta pada 27 Maret 1968. Ia menamatkan S1 Kriminologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada tahun 1992. Setelah menamatkan S1, ia meneruskan Program magister Psikologi Sosial di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2006. Saat ini ia sedang menulis disertasi untuk Program Doktor Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.

Dalam periode ini, Tinduk adalah staf pengajar tetap/Dosen pada Departemen Kriminologi FISIP-UI (PNS), serta Head of Operations Pada Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia. Sebagai staf Pengajar di Departemen Kriminologi UI, Tinduk bertanggung jawab dalam pengajaran beberapa mata kuliah, di antaranya adalah Perlindungan Anak, Kenakalan Anak, Psikologi Kriminal dan Metode Penelitian Kriminologi. Ia juga membimbing mahasiswa skripsi dalam Topik Anak, Perempuan dan Sistem Peradilan Pidana, Anak Jalanan, Anak yang Dilacur, Anak Korban Kekerasan, serta Disabilitas. Sebagai Kriminolog Tinduk bergabung dalam organisasi MAHUPIKI (Masyarakat Hukum Pidana Indonesia) dan Asosiasi Kriminologi New Zealand (ANZOC) dan menjadi anggota SENAT FISIP-UI perwakilan dari Departemen Kriminologi. Penelitian yang dilakukan Tinduk bersama dengan Departemen Kriminologi antara laian adalah Survey Pelibatan Anak Jalanan dalam Peredaran Narkotika dan Obat Terlarang di 15 Provinsi, Invisible Victim: Studi terhadap Anak-anak dari Perempuan yang Menjalani Pemidanaan, Penggunaan Mekanisme Adat dalam Penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum, Peran Kepolisian dalam Penanganan anak yang Berhadapan dengan Hukum, serta Peran BAPAS dalam Penyusunan LITMAS bagi anak pelaku kekerasan.

Selain kesibukan di atas, Tinduk juga aktif sebagai fasilitator yang terlibat dalam beberapa kegiatan sosialisasi tentang hak-hak Anak dalam Perlindungan Khusus seperti Anak yang Berhadapan dengan Hukum, Anak dalam Konflik Bersenjata dan Emergency, Anak dan Disabilitas yang diselenggarakan antara lain oleh UNICEF, WVI, PERADI, DEPKUMHAM, dan LBH JAKARTA. Sejak tahun 2011, ia terlibat dalam Support Group bagi orang tua dan anak dengan Scoliosis pada masyarakat Scoliosis Indonesia, dimana ia secara berkala melakukan pertemuan dengan dokter ahli, sharing dan pendampingan bagi keluarga dan anak yang akan menjalani pembedahan scoliosis. Sejak tahun 2012 saya terlibat dalam kelompok yang mendukung perubahan paradigma pendidikan di Indonesia melaui komunitas Pendidikan Tanpa Batas dan mendukung program bagi anak-anak yang memiliki minat pada Visual Art melalui diskusi yang diselenggarakan oleh Erudio School of Visual Art di Jakarta.

Sebagai pengajar yang tengah melanjutkan studi S3, Tinduk juga melakukan riset tentang Moral Licensing Efek dan korupsi dimana ia aktif menyampaikan presentasi tentang desain penelitian saya dalam forum ilmiah, khususnya Psikologi seperti Seminar Nasional HIMSI di Bali Januari 2015, dan Seminar Nasional APSIFOR di Yogyakarta 2015, Kolokium Psikologi ke XXVI , April 2016. Selain itu saya sebagai anggota HIMSI (Himpunan Psikologi Indonesia ) dan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR) khususnya APSIFOR DKI Jakarta.

Sebagai Head Of Operation PUSKAPA FISIP UI, ia bertanggung jawab untuk mengelola setiap proyek kerjasama yang dilakukan PUSKAPA FISIP-UI agar sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan dan administrasi yang diberlakukan oleh lembaga donor dan Universitas Indonesia. Tantangan dari peran ini adalah bagaimana sistem keuangan yang diberlakukan di Universitas dapat mendukung dan memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengabdian masyakat. Sebaliknya, bagaimana kerjasama dengan lembaga donor, tidak hanya bermanfaat bagi Puskapa FISIP UI saja tetapi juga untuk Puska lain di FISIP dan Fakultas lain, serta mengutamakan keberpihakan pada kepentingan anak dan perempuan serta disabilitas. Kegiatan penelitian yang dilakukan Tinduk tahun 2015 di antaranya adalah bagaimana Data Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak dapat dapat dihadirkan dalam bentuk informasi berbasis web, sehingga data ini bisa dijadikan rujukan di mana dan bagaimana pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat dilakukan, serta membangun fasilitas pendukung bagi korban.

Dalam kegiatan-kegiatan Tinduk, tercermin bahwa bidang keahlian yang ia kuasai adalah tentang Perlindungan Anak, khususnya anak yang melanggar Hukum dan berada dalam Sistem Peradilan. Beberapa Riset telah ia lakukan, dan di antaranya diterbitkan oleh UNICEF Indonesia dalam bentuk Analisis Situasi Anak yang berhadapan dengan Hukum di Indonesia tahun 2002, 2006, dan Modul Penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum di Indonesia, Panduan bagi Polisi, Jaksa, BAPAS, Pengacara, LAPAS .

Saat ini ia tengah menulis artikel tentang Viktimisasi Berganda Pada Anak Pelaku Pelanggaran Hukum dengan Kondisi Intelektual Disabilitas. Tujuan dari artikel ini adalah menjelaskan bagaimana pentingnya deteksi terhadap intelectual disability pada anak-anak yang melanggar hukum sehingga dapat menyelamatkan anak-anak dari tuntutan hukum dan menghindarkan mereka dari pemidanaan, serta dampak negatif sistem peradilan.

Untuk mengetahui kontak Ni Made Martini Puteri, silakan hubungi admin Women Unlimited terlebih dahulu di: Contact Us

Leave a Comment