People

Farha Abdul Kadir Assegaf (Farha Ciciek)

Farha Ciciek (1)

Farha Abdul Kadir Assegaf atau Farha Ciciek lahir di Ambon, 26 Juni 1963.  Ia mendapatkan gelar Dra sebagai Sarjana Filsafat-teologi di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta pada tahun 1989. Ia kemudian meneruskan pendidikannya untuk mendapatkan gelar M.Si, Pasca Sarjana Sosiologi di Universitas Gajah mada, Yogyakarta pada tahun 1995. Farha merupakan seorang freelancer untuk mendampingi perempuan dan anak desa, kebanyakan buruh migran dan keluarganya, dalam peningkatan leadership, enterpreneurship, dan softskill di Tanoker Ledokombo dan PKBM Madani Jember.  Ia juga mengajar paruh waktu di Fakultas Ushuluddin IAIN Jember.

Disamping itu Ciciek (panggilan akrabnya) disibukkan kegiatan pendampingan  proses pengorganisasian para korban bom (Jakarta dan Bali) di Aliansi Indonesia Damai (AIDA). Bersama tim perdamaian (para penyintas dan eks kombatan), Ciciek   melakukan kampanye   di berbagai daerah di Indonesia bekerjasama dengan sekolah-sekolah (khususnya SMA). Terkait dengan ini, sebagai salah satu konsultan anggota SCN CREST, ia juga melakukan riset terkait topik Radikalisasi agama, pendidikan, gender,  serta memfasilitasi pelatihan/workshop /forum publik bekerjasamadengan LSM, komunitas, Pelajar/mahasiswa, pesantren, interfaith group, organisasi guru dll.
Setelah pindah ke desa pada tahun 2009,  Ciciek lebih intens memfasilitasi berbagai forum publik dalam isu gender dan pendidikan/anak-anak (dengan pendekatan kebudayaan). Sebagai fasilitator/pendamping di desa Ledokombo, Kabupaten Jember, ia  tengah mendorong   berbagai kalangan untuk memajukan  desa, khususnya desa desa tempat asal Buruh Migran dengan pendekatan “budaya kreatif”.  Ciciek dan timnya sedang membangun model alternatif kawasan wisata belajar Ledokombo dengan BMI dan keluarganya  sebagai ujung tombak dan pegiatnya.  Mengedepankan paket paket wisata dengan permainan tradisional, agrotourism, kuliner, dan industri kreatif perempuan desa.
Saat ini bersama para aktifis  di Jember Ciciek tengah melakukan pendampingan dan memotivasi komunitas perempuan, anak anak, institusi/komunitas pendidikan dalam hal pendidikan karakter yang menyenangkan dan pendidikan masyarakat (khususnya masyarakat desa) termasuk beberapa komunitas sekolah perempuan  dengan aksentuasi khusus membangun perdamaian dari rumah (pencegahan radikalisasi dan  “penyimpangan” lainnya). Sekolah parenting for peace ini berupaya  menemukenali tanda tanda bahaya  sejak dini (early warning system) bagi remaja dan  bagaimana meresponnya.
Untuk mengetahui kontak Farha Abdul Kadir Assegaf, silakan hubungi admin Women Unlimited terlebih dahulu di: Contact Us

Leave a Comment