Love

dr. Intan Annisa Fatmawaty

Intan Annisa F2

Intan Annisa Fatmawaty atau dr. Intan adalah seorang dokter yang lahir di Sukabumi pada 13 Oktober 1980. Intan menempuh Pendidikan formal S1 Profesi dokter jurusan kedokteran umum di FKU Universitas Jenderal Ahmad Yani dan lulus pada tahun 2004. Selain itu, Intan juga pernah mengikuti beberapa pelatihan sebagai berikut:

  1. 2009: Training Program for Young Leaders : Community Based Health Management and Operational at Nagano – Japan                                            
  2. 2013: Training Community Health Management and Community Empowerment toward Healthy Community at Chiang Mai  Thaiand
  3. 2014: Regional Training of Trainers “Enhancing HIV, STI and other Sexual Health Services for MSM and Transgender People in   Asia  and the Pacific: Training of Trainer Package for Health  Providers to  Reduce Stigma in Health Care Settings”

 

Pekerjaan Intan saat ini adalah Pegawai Negeri  Sipil  dan menjabat sebagai Kepala UPT di salah satu puskesmas di Kota Bandung. Pekerjaan Intan bukan hanya mengobati masyarakat yang sakit, tetapi juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar masyarakat yang sehat tetap sehat dan tidak jatuh sakit serta mengatasai berbagai  masalah kesehatan yang ada di tengah-tengah masyarakat, yang ada di wilayah kerjanya.

Berawal dari keprihatinan mengenai masih banyaknya jumlah kematian ibu dan jumlah kematian bayi – balita, masih adanya balita yang bermasalah gizi, serta masih banyaknya ibu hamil yang bersalin oleh dukun beranak di kotanya,  maka pada tahun 2012 Intan menginisiasi suatu gerakan yang bernama Katresna Sadaya, yang merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk peduli kesehatan ibu dan anak, dengan pilot project di kelurahan Cibaduyut Kota Bandung. Intan bermimpi Gerakan ini bisa diimplementasikan di seluruh Kota/Kabupaten di Jawa Barat yang masih cukup tinggi Angka Kematian Ibu dan Anak nya, bahkan jika memungkinkan diimplementasikan di seluruh Indonesia.

Katresna Sadaya berasal dari bahasa Sunda yang berarti Kasih Sayang (kepedulian) semua orang. Melalui gerakan ini semua komponen masyarakat diajak dan digerakkan untuk lebih peduli pada permasalahan kesehatan ibu dan anak, karena urusan kesehatan ibu dan anak bukan hanya tugas para tenaga kesehatan,  bukan hanya urusan  kader posyandu dan ibu rumah tangga saja tetapi juga melibatkan peran semua pihak yang  dapat berkontribusi sekecil apapun, terutama dalam hal ini adalah peran laki-laki.

Banyak kasus kematian ibu dan anak terjadi karena keterlambatan keluarga dalam mengambil keputusan untuk segera mengakses fasilitas kesehatan, sehingga peran kepala keluarga dan keluarga besar sangat penting dalam penurunan jumlah kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, sejak dicanangkannya Gerakan Katresna Sadaya , beliau aktif memberdayakan masyarakat untuk lebih peduli, melalui berbagai sosialisasi / penyuluhan kesehatan ibu dan anak secara masif kepada masyarakat, advokasi kepada para lintas sektor, tokoh agama, tokoh masyarakat, terutama kaum lelaki agar melakukan berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak (untuk lebih lengkap tentang Katresna Sadaya bisa dilihat di Google dan Youtube dengan kata kunci : Katresna Sadaya).

Selain itu, beliau juga aktif menjadi narasumber mengenai manajemen Puskesmas bagi para tenaga kesehatan Puskesmas di berbagai daerah di Indonesia dan menjadi fasilitator terkait pelayanan HIV-IMS di fasilitas pelayanan kesehatan. Beberapa bidang yang saat ini Intan kuasai adalah:

  1. Pemberdayaan masayarakat (Community empowerment) di bidang kesehatan , terutama program kesehatan ibu dan anak.
  2. Manajemen Puskesmas
  3. Penurunan stigma dan diskriminasi pada petugas kesehatan di fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan HIV dan IMS
  4. Manajemen program keperawatan kesehatan masyarakat.

Untuk mengetahui kontak dr. Intan Annisa Fatmawaty, silakan hubungi admin Women Unlimited terlebih dahulu di: Contact Us

Leave a Comment